Tampilkan postingan dengan label Australia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Australia. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 April 2015

Australian Company Have Women Leaders Print Profit Higher

Recent research shows that Australian companies where women hold at least a quarter of the top position proved to have better performance than the company that all the leaders of men.

Innovation Center for Economic and Gender (C4GEi) and Asset Management 'Infinitas' released the results of a study that analyzed the effects of women on corporate financial performance.

Director 'Infinitas', Steve Mcdonald, say, a company that has a mix of gender tend to perform better.

"Companies that have a leader with diverse gender composition of profit per year 7% higher for investors, compared to companies that have no women at all," he explained.

Recent studies show that companies that have a multi-gender leadership generate profit per year 7% higher for investors. (Photo: AFP, William West)

One-third of Australia's top companies did not meet the threshold of gender balance.
Thirty-four of the 200 countries have business leaders who are all male and only about a third of the company meet the threshold of 25% of women in the board of directors.

Senator Queensland, Larissa Waters, said, there is some improvement, with the proportion of women in the chair head of the company has doubled in the past five years.

"In 2010, we had approximately 10% of women who sit in the chair leadership. We now reach 20%, so the condition doubled in the last five years is very encouraging," north.

"Obviously this step in the right direction, but 20%, come on, we can do better than that," he added.

Larissa use this opportunity to highlight the fact that many of the new post at the top level of government has given to man.

"I am very concerned to see that in some of the new post, which unfortunately exist in the Department of Prime Minister and Cabinet, which has the responsibility to accommodate women, we have 75% of their men and only 24.1% in the new post-sex women, "he said.


The government needs to set an example

Minister of Social Affairs, Marise Payne, said the government and the corporate sector must show leadership.

"The government, of course, have to lead. People look to the top level of government to seek leadership and we must ensure that they represent the diversity of gender and society in many other ways," he explained.

Founder and head of the institute C4GEi, Susanne Moore, said, there are certain ways to increase the number of women at the top level.

"Many, especially young women, ask me about quotas and I said, 'Listen, if you get into the top level or can position because of quotas, pursue, do a good job, that's the best thing you can do'," north.

Source: viva.co.id
Read More

Perusahaan Australia yang Punya Pimpinan Perempuan Cetak Profit Lebih Tinggi


Penelitian terbaru menunjukkan, perusahaan Australia di mana perempuan setidaknya memegang seperempat dari posisi top ternyata memiliki performa lebih baik dibanding perusahaan yang semua pimpinannya laki-laki.

Pusat Ekonomi dan Inovasi Gender (C4GEi) dan Manajemen Aset ‘Infinitas’ merilis hasil studi yang menganalisis efek perempuan terhadap kinerja keuangan perusahaan.

Direktur ‘Infinitas’, Steve Mcdonald, mengatakan, perusahaan yang memiliki campuran gender cenderung tampil lebih baik.

"Perusahaan yang memiliki komposisi pimpinan dengan beragam gender menghasilkan keuntungan per tahun 7% lebih tinggi bagi investor, dibanding perusahaan yang tidak memiliki perempuan sama sekali," jelasnya.

Studi terbaru menunjukkan, perusahaan yang memiliki kepemimpinan multi-gender menghasilkan keuntungan per tahun 7% lebih tinggi bagi para investor. (Foto: AFP, William West)

Sepertiga dari perusahaan papan atas di Australia tak memenuhi ambang batas keseimbangan gender.
Tiga puluh empat dari 200 negara memiliki pimpinan perusahaan yang seluruhnya laki-laki dan hanya sekitar sepertiga dari perusahaan memenuhi ambang batas 25% perempuan dalam dewan direksi.

Senator Queensland, Larissa Waters, mengatakan, ada beberapa perbaikan, dengan proporsi perempuan di kursi pimpinan perusahaan menjadi dua kali lipat dalam lima tahun terakhir.

"Pada tahun 2010, kami memiliki sekitar 10% perempuan yang duduk di kursi pimpinan. Kami sekarang mencapai 20%, sehingga kondisi berlipat ganda dalam lima tahun terakhir ini sangat menggembirakan,” utaranya.

"Jelas ini melangkah ke arah yang benar, tapi 20%, ayolah, kita bisa melakukan lebih baik dari itu,” tambahnya.

Larissa menggunakan kesempatan ini untuk menyoroti fakta bahwa banyak pos baru di level atas pemerintahan telah diberikan kepada laki-laki.

"Saya sangat prihatin melihat bahwa di beberapa pos baru, yang sayangnya ada di Departemen Perdana Menteri dan Kabinet, yang memiliki tanggung jawab untuk mengakomodasi perempuan, kami memiliki 75% dari mereka laki-laki dan hanya 24,1% di pos baru yang berjenis kelamin perempuan, "katanya.


Pemerintah perlu memberi contoh 

Menteri Sosial, Marise Payne, mengatakan, Pemerintah dan sektor korporasi harus menunjukkan kepemimpinan.

"Pemerintah, tentu saja, harus memimpin. Masyarakat melihat ke ke level atas pemerintahan untuk mencari kepemimpinan dan kami harus memastikan bahwa mereka mewakili keragaman masyarakat dalam gender dan banyak cara lainnya," terangnya.

Pendiri dan kepala lembaga C4GEi, Susanne Moore, mengatakan, ada cara-cara tertentu untuk meningkatkan jumlah perempuan di dalam level pimpinan.

"Banyak, terutama perempuan muda, tanya saya tentang kuota dan saya katakan, 'Dengar, jika Anda masuk ke level pimpinan atau dapat jabatan karena kuota, kejarlah, lakukan pekerjaan dengan baik, itulah hal terbaik yang bisa anda lakukan'," utaranya.

Sumber: viva.co.id
Read More

Thousands of students in Queensland Celebrates 100 Years of Anzac

Nearly 4,000 students from primary and secondary schools in Queensland's southeast pay homage to the Anzac soldiers in a ceremony in Brisbane Anzac Square, ahead of the 100th anniversary which falls on Saturday (25/4).

The student representatives laid wreaths around the eternal flame, which is headed by the Chief Minister of Queensland, Annastacia Palaszczuk, Opposition Leader Lawrence Springborg, and the Governor of Queensland, Paul de Jersey.

Anzac Day Commemoration Committee president, Arthur Burke, told a crowd of students that youth Queensland, at the time, led in Gallipoli.

"The ceremony today nearly 100 years since the brave soldiers of the Battalion 9, the origin of Queensland, be the first to set foot into the Gallipoli Peninsula," he said.

Hampir 4000 siswa menghadiri upacara di Lapangan Anzac Brisbane.
Nearly 4000 students attended the ceremony in Brisbane Anzac Square..
He continued, "They let the world know that Australia has three attributes of courage, sacrifice and friendship - characteristics on which the Anzac spirit."

While in his speech, Minister Annastacia read a touching letter, which was written by a soldier of World War I.

"War is a collection of individual stories, honor, courage and sacrifice. Many of these brave young women who made the ultimate sacrifice, hardly much older than high school students," the prominent Chief Minister.

Governor Paul talked about the Anzac legend.

"We still show the Anzac spirit. It is, as we said, is a decisive character. It gives us strength, it reminds us of the important decisions that we help and care for each other," the north.

A school in this year's event is 'Australian International Islamic College'.

Students named Afrah Joseph paid tribute to Australian soldiers, both the full duty and which is still in charge.

"Ceremony like this is a lasting reminder of the sacrifices made by the men and women brave who believe that our country is exceptional worth fighting for and defended to the death," he said.

Source: viva.co.id
Read More

Ribuan Siswa di Queensland Peringati 100 Tahun Anzac

Hampir 4.000 siswa dari sekolah dasar dan lanjutan di Queensland tenggara memberi penghormatan kepada tentara Anzac dalam sebuah upacara di Lapangan Anzac Brisbane, menjelang peringatan 100 tahun yang jatuh pada hari Sabtu (25/4).

Para perwakilan siswa meletakkan karangan bunga di sekitar api abadi, yang dipimpin oleh Menteri Utama Queensland, Annastacia Palaszczuk, Pemimpin Oposisi, Lawrence Springborg, dan Gubernur Queensland, Paul de Jersey.

Presiden Komite Peringatan Hari Anzac, Arthur Burke, mengatakan kepada kerumunan siswa bahwa pemuda Queensland, kala itu, memimpin di Gallipoli.

"Upacara hari ini hampir 100 tahun sejak prajurit pemberani dari Batalyon Infantri 9, asal Queensland, menjadi yang pertama melangkahkan kaki ke Semenanjung Gallipoli," sebutnya.

Hampir 4000 siswa menghadiri upacara di Lapangan Anzac Brisbane.
Hampir 4000 siswa menghadiri upacara di Lapangan Anzac Brisbane.
Ia menyambung, "Mereka membiarkan dunia tahu bahwa Australia memiliki tiga atribut keberanian, pengorbanan dan persahabatan - Ciri-ciri yang menjadi landasan semangat Anzac."

Sementara dalam pidatonya, Menteri Annastacia membacakan surat yang menyentuh, yang ditulis oleh seorang tentara Perang Dunia I.

"Perang adalah kumpulan cerita individu, kehormatan, keberanian dan pengorbanan. Banyak dari perempuan muda pemberani yang membuat pengorbanan terbesar, hampir tak jauh lebih tua dari siswa SMA," kemuka sang Menteri Utama.

Gubernur Paul berbicara tentang legenda Anzac.

"Kita masih menunjukkan semangat Anzac. Hal ini, seperti yang kami katakan, adalah karakter yang menentukan. Ini memberi kita kekuatan, itu mengingatkan kita pada keputusan penting yaitu bahwa kita membantu dan menjaga satu sama lain," utaranya.

Sekolah tamu dalam acara tahun ini adalah ‘Australian International Islamic College’.

Siswa bernama Afrah Yusuf memberi penghormatan kepada tentara Australia, baik yang purna tugas maupun yang masih bertugas.

"Upacara seperti ini adalah pengingat abadi atas pengorbanan yang dilakukan oleh laki-laki dan perempuan pemberani yang percaya bahwa negara kita yang luar biasa patut diperjuangkan dan dibela hingga mati," ungkapnya.

Sumber: viva.co.id
Read More

Selasa, 21 April 2015

There Library, Passengers at this station Back Mutual greet

A railway station on the outskirts of Brisbane City West successfully promote a sense of community that is stronger among the passengers through activities lend each book in the library provided the station.

Kepala stasiun Queensland Rail, Kerry Carr di perpustakaan yang terdapat di stasiun Wacol.
Head of Queensland Rail station, Carry Carr in the library contained in Wacol station.

Queensland Wacol train station has a small library which is located right next to the counter inside making it easier for passengers to exchange books they can read in the journey.
 
This is a library on the first railway station in Queensland, this library is operated only with the written rules of simple reads "Take a book, replace it with one book, jarring the book '.
 
This rule encourages people to donate books to the shelves of books available in the library.
 
Since the project began three months ago, the library continues to grow and now has more than 100 titles.
 
Station chief there, Kerry Carr said this initiative helped establish communication among the passengers.
 
"This project has been made of the passengers in the station began to communicate with each other and face away from the screen of their gadgets," he said.
 
"There was an incident before the library began, there was one man who asked me if I could rent a cell phone because he felt alienated (no phone) because all the passengers look to their mobile screen,"
 
This idea itself came after staff at the station to find a passenger to leave the books on the bench station for two consecutive days.
 
"We think it is more than just a coincidence, and we then thought it would be nice if we could get people to read the books," said Carr.
 
"The next morning when I saw a man who left the book I asked for permission to allow others to read his book is. He allows it and my friend Jodie said we should set up a book club and that's just the beginning of this library,"
 
The books in the library is entirely a donation station of train users, and there are also some donated by charities where readers mutually replace one book every time they take the book collections of the library.
 
Carr said most of the books in the library it back within one week.
 
"Usually the books were always returned home, there are also some who are not yet familiar back man forgotten," he said.
 
According to Carr's most popular books in the station it was a book written by Dean Koontz. Recently, they also got a collection of books for children.
 
The presence of this library makes the passengers began to share their opinions about the book he was reading with fellow passengers and also the staff at the station.
 
"I am delighted to be involved with people and learn a little about them and happy once this library can encourage people to talk to each other back. I guess another station must have also this kind of library facilities," he hoped.

Dalam 3 bulan sejak didirikan perpustakaan di stasiun wacol sudah memiliki lebih dari 100 judul buku koleksi hasil sumbangan para penumpang.
In the three months since it was established libraries in WACOAL station already has more than 100 titles of books collection donated by the passengers.
Source: viva.co.id

Read More

Ada Perpustakaan, Penumpang di Stasiun ini Kembali Saling Bertegur Sapa

Sebuah stasiun kereta api di pinggiran Barat Kota Brisbane berhasil mempromosikan rasa kebersamaan yang lebih kuat dikalangan para penumpang melalui kegiatan saling meminjamkan buku di perpustakaan yang disediakan stasiun tersebut.

Kepala stasiun Queensland Rail, Kerry Carr di perpustakaan yang terdapat di stasiun Wacol.
Kepala stasiun Queensland Rail, Kerry Carr di perpustakaan yang terdapat di stasiun Wacol.

Stasiun kereta Wacol Queensland  memiliki perpustakaan kecil yang terletak tepat disebelah loket masuk sehingga memudahkan penumpang untuk saling bertukar buku yang dapat mereka baca didalam perjalanan.
 
Ini merupakan perpustakaan di stasiun kereta api yang pertama di Queensland, Perpustakaan ini dioperasikan hanya dengan aturan tertulis sederhana berbunyi "Ambil satu buku, ganti dengan satu buku, sumbang satu buku’.
 
Aturan ini mendorong masyarakat mendonasikan berbagai buku ke rak-rak buku yang tersedia di perpustakaan tersebut.
 
Sejak proyek ini dimulai 3 bulan lalu, perpustakaan ini terus berkembang dan kini telah memiliki lebih dari 100 judul buku.
 
Kepala stasiun disana, Kerry Carr mengatakan inisiatif  ini membantu membangun komunikasi diantara para penumpang.
 
"Proyek ini telah membuat para penumpang di stasiun mulai saling berkomunikasi satu sama lain dan menjauhkan wajah dari layar gadget mereka,” katanya.
 
"Ada satu kejadian sebelum perpustakaan ini dimulai, ada satu orang laki-laki yang bertanya kepada saya apakah saya bisa menyewa ponsel karena dia merasa terasing (tanpa ponsel) lantaran semua penumpang melihat ke layar ponsel mereka,”
 
Gagasan ini sendiri muncul setelah staf di stasiun itu mendapati seorang penumpang meninggalkan buku-bukunya di bangku stasiun selama dua hari berturut-turut.
 
"Kami berpikir hal itu lebih dari sekedar kebetulan saja, dan kami kemudian berpikir alangkah baiknya jika kita bisa membuat orang untuk membaca buku-buku itu,” kata Carr.
 
"Keesokan paginya ketika saya melihat pria yang meninggalkan buku tersebut saya meminta izin agar membolehkan orang lain membaca buku miliknya tersebut. Dia membolehkannya dan teman saya Jodie mengatakan sebaiknya kita mendirikan klub buku saja dan begitulah awal dari perpustakaan ini,”
 
Buku-buku di perpustakaan stasiun ini seluruhnya merupakan sumbangan dari pengguna kereta dan ada juga beberapa yang didonasikan oleh lembaga amal dimana para pembaca saling mengganti satu buku setiap kali mereka mengambil satu buku koleksi perpustakaan tersebut.
 
Carr mengatakan kebanyakan buku-buku diperpustakaan itu kembali dalam jangka waktu satu minggu.
 
"Biasanya buku-buku itu selalu dipulangkan, ada juga beberapa yang tidak kembali namun sudah biasa manusia lupa,” katanya.
 
Menurut Carr buku yang paling populer di stasiun itu adalah buku yang dikarang oleh Dean Koontz. Baru-baru ini mereka juga mendapat koleksi buku-buku untuk anak-anak.
 
Kehadiran perpustakaan ini membuat para penumpang mulai saling berbagi pendapat mereka soal buku yang dibacanya dengan sesama penumpang dan juga staf di stasiun.
 
"Saya senang bisa terlibat dengan orang banyak dan belajar sedikit tentang mereka dan senang sekali perpustakaan ini bisa mendorong orang saling berbicara kembali. Saya kira stasiun lain harus punya juga fasilitas perpustakaan semacam ini,” harapnya.

Dalam 3 bulan sejak didirikan perpustakaan di stasiun wacol sudah memiliki lebih dari 100 judul buku koleksi hasil sumbangan para penumpang.
Dalam 3 bulan sejak didirikan perpustakaan di stasiun wacol sudah memiliki lebih dari 100 judul buku koleksi hasil sumbangan para penumpang.
Sumber: viva.co.id
Read More

Senin, 06 April 2015

Australia Tingkatkan Kuota Beasiswa New Colombo Plan 2016

Pemerintah Australia kembali membuka kesempatan bagi ratusan mahasiswa di negaranya untuk menimba ilmu diberbagai perguruan tinggi yang ada di kawasan Indo-pasifik melalui program beasiswa New Colombo Plan (NCP). Pada tahun ini quota mahasiswa yang bisa mendapatkan beasiswa NCP semakin ditingkatkan menjadi 4750 orang mahasiswa dari sebelumnya 4400 orang mahasiswa.

Menteri Luar Negeri Federal Australia, Julie Bishop dan Menteri Pendidikan dan Pelatihan Federal, Chritopher Pyne, Kamis (2/4) mengumumkan pembukaan pendaftaran bagi mahasiswa Australia yang berminat mengikuti program beasiswa ini untuk tahun 2016 mendatang.

“Program Beasiswa New colombo Plan (NC) merupakan inisiatif  yang ditanda tangan Pemerintah Australia untuk mengangkat pengetahuan tentang generasi muda Australia mengenai Indo-Pasifik dengan mendukung mahasiswa Australia untuk belajar dan melakukan magang di kawasan itu, "kata Menteri Bishop.

"Pada tahun 2016 ini program Beasiswa NCP akan menyediakan dana hibah mobilitas bagi sekitar 4750 orang mahasiswa seiring dengan berkembangnya program beasiswa ini sehingga dapat menawarkan kesempatan yang  lebih banyak untuk mahasiswa Australia untuk tinggal, belajar dan bekerja di Indo-Pasifik," katanya

Pada pelaksanaan beasiswa NCP tahun 2014 dan 2015 lalu, program ini mendukung lebih dari 4400 mahasiswa untuk mengambil sementer singkat dan semester panjang serta penelitian di kawasan Indo-Pasifik. Lebih dari 109 mahasiswa menerima beasiswa bergensi dari inisiatif New Colombo Plan ini.

“Program Beasiswa NCP terbuka untuk mahasiswa Australia dari berbagai disiplin ilmu dan mendukung mahasiswa dari berbagai bidang mulai dari hukum, bisnis, kedokteran, teknik, Teknologi Informasi hingga penataan kota (urban planning),” kata Menteri Pyne.

Menurut Pyne peningkatan utama dalam pelaksanaan program NCP tahun 2016 adalah pengenalan pendanaan multi-tahun untuk proyek-proyek mobilitas yang dapat mendukung perguruan tinggi untuk memberikan kesempatan belajar bagi mahasiswa dalam jangka panjang dan peningkatan yang berkelanjutan bagi mahasiswa Australia selama berada di universitas mereka,”

“Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sektor bisni dapat memperpanjang kesempatan bagi mahasiswa Australia dibawah beasiswa New Colombo Plan dan akan juga dapat lebih mendorong mereka,” katanya.

“Pihak perguruan tinggi yang dituju akan mendukung pembangunan kemitraan yang inovatif dengan komunitas bisnis di Australia dan seluruh kawasan untuk menciptakan kesempatan baru bagi mahasiswa program NCP untuk menjalani program magang dan bimibingan selama mereka menimba ilmu,” kata Menteri Bishop.

Mahasiswa yang mengikuti program NCP ini akan memperoleh dana sebesar 100 juta dolar Australia selama 5 tahun dalam betuk beasiswa. 

Dengan dana hibah itu, para penerima bisa menggunakannya untuk mengikuti program semester, program kursus singkat/short course, program magang dan mentorships di empat negara, yakni Indonesia, singapura, Jepang dan Hongkong

Mahasiswa Australia yang berkuliah di Indonesia dari tahun ke tahun semakin banyak. Pada tahun 2015, sedikitnya akan ada 550 mahasiswa baru dari Australia yang menempuh study di Indonesia. 

Sumber: viva.co.id
Read More

Australia Increase Quotas New Colombo Plan Scholarship 2016

Australian Government re-open opportunity for hundreds of students in the country to study in various universities in the Indo-Pacific through New Colombo Plan scholarship program (NCP). In this year the quota students can get a scholarship NCP further increased to 4750 students from the previous 4400 students.

Federal Foreign Minister of Australia, Julie Bishop and the Federal Ministry of Education and Training, Christopher Pyne, Thursday (2/4) announces the opening of registration for Australian students who are interested in this scholarship program for the year 2016.

"New colombo Scholarship Program Plan (NC) is an initiative of the Australian Government signed a hand to lift the knowledge of the younger generation of the Indo-Pacific Australia with the support of the Australian students to study and do internships in the region," said Minister Bishop.

"In 2016 this scholarship program will provide grants NCP mobility for approximately 4750 students along with the development of this scholarship program so that it can offer more opportunities for Australian students to live, learn and work in the Indo-Pacific," he said

On the implementation of the NCP scholarship in 2014 and 2015 and then, the program supports more than 4400 students to take sementer short and long term as well as research in the Indo-Pacific region. More than 109 students received scholarships from the prestigious New Colombo Plan's initiatives.

"NCP Scholarship Program is open to Australian students from various disciplines and supports students from a variety of fields ranging from law, business, medicine, engineering, information technology to urban planning (urban planning)," said Minister Pyne.

According Pyne major improvement in the implementation of the NCP program in 2016 was the introduction of a multi-year funding for projects that can support the mobility of higher education to provide learning opportunities for students in the long term and sustainable improvement for Australian students while in their university, "

"The collaboration between universities and the con sector can extend opportunities for students Australia under the Colombo Plan and the New scholarships will also be able to further encourage them," he said.

"The colleges are intended to support the development of innovative partnerships with the business community in Australia and throughout the region to create new opportunities for the students of the NCP to undergo internship programs and bimibingan long as they gain knowledge," said Minister Bishop.

Students who follow this NCP program will acquire a fund of 100 million Australian dollars for 5 years in betuk scholarship.

With these grants, the recipient can use it to follow the course of the semester, the program of short courses / short courses, internships and mentorships in four countries, namely Indonesia, Singapore, Japan and Hong Kong

Australian students studying in Indonesia from year to year more and more. By 2015, there will be at least 550 new students from Australia who took study in Indonesia.

Source: viva.co.id

Read More

Mengenai Saya

Foto saya
facebook.com/iqbal.alhabsi - iqballsyaif@gmail.com
Designed ByBlogger Templates