Tampilkan postingan dengan label Mahasiswa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mahasiswa. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 April 2015

Bilu Mela, Animasi Indonesia yang Diakui Internasional

Debutnya, ia menjadi screening di acara MIPCOM, Cannes.

Bilu Mela, Animasi Indonesia yang Diakui Internasional
Bilu Melu (Dok Istimewa)
Bilu Mela, film animasi buatan anak negeri melalang buana. Tercatat, setidaknya sudah lima negara yang membeli lisensi karya visual ini, termasuk di antaranya jaringan Encripta Brasil, dan jaringan Al-Jazeera TV.

Jika dihitung dari debut yang dimulai pada Oktober 2014, hal tersebut adalah pertanda bagus, bagi untuk perkembangan animasi Indonesia.

Kisahnya, tentang Bilu dan Mela, dua ikan yang hidup dalam dua akuarium berbeda. Bilu mempunyai ciri-ciri badan biru. Ia mempunyai karakter spontan dan ekstrovert. Bilu unggul dalam hal aktivitas fisik, namun cenderung ceroboh.

Sementara itu, Mela, ikan yang berwarnya merah mempunyai karakter berlawanan dengan Bilu. Mela berkarakter pendiam dan berpikir dua kali sebelum bertindak. Ia suka membaca buku dan melakukan eksperimen. Jika Bilu terlibat masalah, seringkali Mela yang mencarikan solusi.

Bilu Mela merupakan karakter ciptaan Fajar Nuswantoro. Fajar adalah lulusan IKJ yang sempat bekerja selama delapan tahun di televisi nasional. Fajar memulai bisnis animasinya pada 2012. Bilu Mela adalah karakter pertama yang ia ciptakan, demikian informasi yang redaksi VIVA.co.id dapat via rilis, Senin 27 April 2015.

“Ikan dipilih, karena mempunyai alam berbeda dengan manusia. Dia juga punya aturan hidup sendiri. Diharapkan, hal ini menimbulkan banyak kisah yang belum diketahui manusia,” kata Fajar. 

Sejak awal, Bilu Mela diciptakan tanpa dialog. Fajar sudah menetapkan bahwa animasi ini akan dijual ke pasar internasional. Fajar ingin menggunakan bahasa yang universal supaya Bilu Mela mudah diterima oleh anak-anak seluruh dunia.

Fajar memulai bisnis animasi dengan modal dua komputer. Bisnis animasi yang masih belum berkembang di Indonesia, membuat usahanya terseok-seok. 

Tetapi, ia terus berusaha menyelesaikan Bilu Mela. Gayung bersambut saat film ini memasuki masa setengah produksi. Distributor dari Irlandia, Monster Entertainment, tertarik dengan konsep yang ditawarkan. 

Mereka bekerja sama mendistribusikan Bilu Mela ke seluruh dunia. Namun, atas pertimbangan go international, mereka meminta judul Bilu Mela diubah menjadi Flip Flap. 

Debut internasional dimulai pada acara MIPCOM, di Cannes pada Oktober 2014. Flip Flap menjadi animasi Indonesia yang pertama kali screening. Dalam waktu dekat, Flip Flap akan screening di Kidscreen.

“Paling tidak ini bisa menumbuhkan rasa percay diri bagi masyarakat Indonesia, bahwa film animasi kita bisa bersaing di level dunia”, lanjut Fajar. (asp)

Sumber: life.viva.co.id
Read More

Senin, 27 April 2015

Unik, Raup Rupiah dari Replika Kertas Lakon Anime

Inilah kreativitas puluhan penggemar replika kertas di Malang

Unik, Raup Rupiah dari Replika Kertas Lakon Anime
Gundam unicorn terbuat dari kertas (VIVA.co.id / D.A. Pitaloka (Malang))
Robot berwarna kombinasi putih dan sedikit merah serta abu-abu itu berdiri tegak. Dia disandarkan di pojok ruangan sebuah rumah di Perumahan Layur Indah Kota Malang.

Pada bagian kepalanya, terdapat dua cula berwarna emas. Robot sebesar orang dewasa itu dikenal sebagai karakter anime yang sering disebut Gundam Unicorn. Di Malang, Robot itu terbuat dari kertas.
Komunitas Paper Replika Indonesia (Peri) Regional Malang membuatnya selama dua bulan terakhir. Robot itu terbuat dari 500 lembar kertas manila atau Brief Card (BC) ukuran A4 dan dikerjakan bergantian oleh puluhan anggota Peri Regional Malang.

“Kami ambil desain gratis yang bisa di temukan di internet, kemudian kami resize ukurannya jadi setinggi 1,8 meter,” kata Rizki Arya, anggota Peri Regional Malang.

Rizky dan sekitar 20 anggota aktif Peri lainnya bergantian meluangkan waktu di sela kesibukan kuliah, sekolah atau bekerja untuk menyelesaikan Gundam Unicorn.

Mereka mencetak pola, melipat, menggunting, menempel dan merakit robot dari kertas. Satu robot berukuran setinggi manusia itu terdiri dari ratusan bagian yang dirakit berbeda sebelum disambungkan menggunakan lem ataupun dengan lubang buatan.
“Semuanya 100 persen kertas, tak ada bahan lain seperti plastik atau tembaga,” katanya.

Awalnya, robot gundam itu akan digunakan sebagai kostum untuk sebuah pameran animasi di Malang dalam waktu dekat. Namun setelah hampir jadi, ide pun berubah dan tercetuslah keinginan untuk membuat paper craft Gundam Unicorn dari kertas.
“Sepertinya lebih bagus kalau dijadikan paper craft, untuk kostum anime bisa bikin lain,” katanya.

Meskipun dari kertas, Gundam Unicorn terlihat sangat mirip dengan aslinya. Berbagai detil dan bagian dari anime legendaris Gundam itu betul-betul dibuat seindah model aslinya. “Nanti akan kami pamerkan di salah satu mall di Malang,” katanya.


Desain ada di Internet

Kerajinan kertas atau paper craft sedang populer di Malang setidaknya sejak 2010 lalu. Komunitas yang besar di kalangan mahasiswa ini kini beranggotakan berbagai kalangan lain di luar mahasiswa, seperti pelajar, dosen dan pekerja.

Mereka terdorong untuk berkreasi membuat berbagai figur anime dari desain yang banyak tersebar di internet, “ Ada banyak karakter yang bisa dipakai paper craft, mulai dari karakter Spongebob, Iron Man, sampai karakter lucu dari Jepang, Danbo. Desain bisa diunduh gratis di berbagai web, salah satunya di paper-replika.com,” katanya.

Selain di website, anggota Peri juga sering menciptakan desain mereka sendiri. Umumnya, masing-masing desain di unggah di media sosial masing-masing seperti Facebook.

Untuk menghargai karya cipta, pengguna desain tak berhak memperjual belikan karya mereka yang berasal dari desain orang lain, “Ada yang premium dan gratis," tambahnya.

Jika menggunakan pakai desain gratis hasil karya tak boleh dijual, kecuali seizin pemilik desain yang sudah mendapatkan royalti. "Kalau beli desain premium, karya otomatis sudah jadi milik kita. Desain premium biasanya banyak di-publish di media sosial milik sendiri seperti fanpage Facebook,” kata anggota yang mulai tertarik dengan paper craft sejak tujuh tahun lalu ini.

Satu desain premium, menurutnya, dijual dengan harga antara Rp50 ribu hingga Rp100 ribu. Jika ingin menjual karya dari desain yang dibagi gratis, seringkali pemilik desain segera mengizinkan tanpa meminta royalti,

“Untuk izin pemilik desain kita juga menjelaskan tujuan menjual karya ini, sebagian besar pemilik desain pasti mengizinkan,meskipun ada juga yang tidak memberi izin. Begitupun untuk menjual karya, harganya harus benar-benar berpatokan pada modal yang keluar, tidak asal-asalan,” katanya.


Tambah pemasukan

Di Peri Regional Malang beberapa anggota mulai menciptakan karya milik mereka sendiri. Meskipun tak ada proses paten hak karya secara resmi, namun aturan main untuk menghargai karya seseorang dipegang erat oleh anggota Peri.

Anggota tak bisa menjiplak desain orang dan menamainya sebagai milik sendiri, “ Komunitas kita terkoneksi lewat berbagai jejaring sosial. Internet memudahkan kami untuk menambah referensi, melebarkan jaringan dan galeri karya. Jadi satu sama lain sebagian besar sudah kenal karakter desainnya,” katanya.

Rizky sendiri memiliki beberapa karakter karyanya sendiri, ada Ongis sekor singa, Gori karakter yang mirip Gorila, Jeje si Jerapah dan Ble anak gajah dari kata Bledug.

Satu paket kertas berpola, plus tutorialnya dijual dengan harga Rp50 ribu, “ ini sempat banyak dibeli beberapa sekolah, sudah satu tahun berjalan, tapi sempat vakum karena kesibukan kuliah,” kata mahasiswa dari Universitas Negeri Malang itu.

Bukan hanya Rizky yang mulai mendapat pemasukan dari hobinya, beberapa anggota Peri Regional Malang juga diminta menjadi guru sukarelawan di sebuah sekolah dasar di Dinoyo, “Mereka mengajar setiap dua minggu sekali, ada tiga teman yang bergantian mengisi. Kesenian ini dianggap bisa meningkatkan kreatifitas pelajar,” katanya.

Jika sedang pameran, sejumlah karya mereka juga banyak diminati pengunjung pameran. Hasilnya, komunitas yang berdiri sejak 2011, itu bisa mandiri dari berbagai pemasukan.
"Komunitas ini tak ada susunan pengurusnya. Tapi dari berbagai pemasukan kami bisa mandiri dan membiayai hobi kami sambil mengasah kreatifitas,” imbuhnya.

Sumber: viva.co.id
Read More

Rabu, 22 April 2015

Padukan Bisnis Travel dan Budaya, Mahasiswa Surabaya Raup Jutaan Rupiah

hadi-kurniawan

Bukan hanya bergerak di bidang pariwisata, bisnis pemuda ini juga bertujuan untuk mengenalkan kebudayaan disetiap lokasi destinasi wisata.

Seorang pebisnis yang bergerak di bidang traveling tentu harus sering melakukan perjalanan wisata. Begitulah prinsip yang dipegang teguh oleh seorang Hadi Kurniawan yang merupakan CEO CV Konsep Global Media, sebuah travel agent yang menggabungkan konsep perjalanan wisata dengan pagelaran kebudayaan. Menurut Hadi, di Indonesia masih belum banyak travel agent yang juga memberikan pertunjukan kebudayaan kepada cutomernya. Peluang bisnis inilah yang coba dikembangkan oleh Hadi melalui travel agent yang didirikannya pada bulan Maret 2014 lalu. Berikut petikan wawancara Studentpreneur dengan Hadi Kurniawan.



Sejak kapan Anda mulai tertarik mendirikan bisnis perjalanan wisata?

Konsep merupakan sebuah lini bisnis yang bergerak di bidang pariwisata dengan tiga sektor bisnis. Diantaranya adalah pemesanan tiket wisata dan paket wisata, kemudian penyalur bakat seni para pemuda di Surabaya dan juga penyedia aplikasi KONSEP travel guide. Ketiga sektor bisnis ini menjadi senjata andalan bagi saya untuk mengembangkan bisnis pariwisata di Indonesia. Saya tertarik menjalankan bisnis pariwisata karena Indonesia memiliki potensi yang sangat besar di bidang pariwisata dan kebudayaan. Dan kebetulan pada bulan ini merupakan first anniversary Konsep yang berdiri pada Maret 2014 lalu.



Banyak orang yang mendirikan bisnis travel agent, apa yang berbeda dari KONSEP?

Seperti yang sudah saya sebutkan tadi diatas, KONSEP memiliki tiga sektor bisnis yang berkaitan dengan pariwisata dan kebudayaan. Kami juga bekerja sama dengan hotel-hotel ternama untuk mengadakan event-event kebudayaan untuk mengenalkan para turis akan keindahan negeri ini. Salah satunya adalah mendapat kepercayaan dari Hotel Ciputra untuk menghandle beberapa turis mancanegara yang ingin melihat pertunjukan kebudayaan yang diselenggarakan di Bandara Internasional Juanda pada beberapa waktu yang lalu.

Selain itu, customer yang ingin melakukan perjalanan wisata bisa melakukan semuanya dengan one stop service melalui KONSEP. Pasalnya, customer nantinya tidak akan menikmati perjalanan wisata saja tetapi juga bisa melihat pertunjukan kebudayaan yang beraneka ragam. Bahkan, melalui aplikasi KONSEP travel guide, customer bukan hanya bisa mengetahui destinasi wisata di suatu kota saja tetapi juga bisa mendapatkan agenda kebudayaannya.



Sudah menyeleanggarakan berapa kali event dan pernah bekerja sama dengan perusahaan apa saja selama ini?

Dalam setahun terakhir ini, KONSEP sudah menyelenggarakan event sebanyak 10 kali. Itu artinya, hampir setiap sebulan sekali kami selalu mengadakan event bertema pariwisata dan kebudayaan. Beberapa perusahaan maupun hotel ternama sudah pernah bekerja sama dengan KONSEP. Diantaranya adalah Hotel Shangrila, Hotel Ciputra, Hotel Majapahit, Garden Palace, Hotel Bumi, Bandara Internasional Juanda, Coffee Toffee dan masih banyak yang lainnya. Selain itu, para talent pun berasal dari sebuah institusi ternama yang melahirkan banyak generasi muda berbakat yang mempertunjukkan kemampuannya di bidang kesenian.



Bagaimana perkembangan bisnis travel di Indonesia sekarang ini?

Dunia pariwisata layaknya industri kreatif di Indonesia sekarang ini juga sedang menunukkan geliatnya. Banyak sekali bisnis-bisnis travel yang bermunculan bak jamur di musim penghujan. Tetapi, masih sedikit sekali bisnis travel yang hanya menunjukkan potensi pariwisata sekaligus kebudayaan lokal setempat. Padahal, kebudayaan di Indonesia ini tidak kalah dengan yang ada di luar negeri karena memiliki ratusan suku dengan kebudayaannya masing-masing.

Disisi lain, perjalanan wisata di Indonesia juga dinilai masih mahal oleh banyak turis mancanegara maupun turis domestik. Hal itu disebabkan oleh pemerintah yang kurang bisa mengembangkan potensi bisnis pariwisata. Banyak sekali infrastruktur pariwisata yang perlu dibenahi untuk mendukung geliat bisnis pariwisata dan kebudayaan. Bukan hanya akses atau jalan menuju lokasi wisata saja tetapi juga banyak sekali fasilitas umum di lokasi wisata yang kurang memadai. Oleh karena itu, pemerintah tentunya harus terlibat penuh untuk mendukung bisnis di sektor pariwisata dan kebudayaan.



Berapa harga yang ditawarkan serta customer yang didapat untuk sekali melakukan perjalanan wisata?

Terkait dengan harga, tentu hal ini tidak bisa dibuat standarnya. Pasalnya, harga sekali perjalanan wisata ditentukan oleh banyak faktor. Semakin jauh lokasi destinasi wisata yang ditempuh tentu harganya akan semakin mahal jika dibandingkan yang jaraknya dekat. Fasilitas dan juga agenda kebudayaan yang diikuti pun juga menjadi faktor penentu harga sebuah perjalanan wisata.

Sekali event, kami biasanya rata-rata mencapai 2 jam dengan berbagai pertunjukan kebudayaan seperti tari-tarian. Biasanya, talent yang terlibat mencapai 100 orang dan bisa meraup turis domestik ataupun mancanegara hingga mencapai 300-400 orang. Tentu tidak mudah menghandle orang yang jumlahnya mencapai ratusan. Tapi semua itu terbayar saat para turis memberikan apresiasi positif serta menginginkan pertunjukan tariannya ditampilkan sekali lagi. Itu artinya, para turis sangat senang dan menikmati pertunjukan yang ditampilkan.



Lalu, tidak takut kalah bersaing dengan travel agent yang lainnya?

Sebagai travel agent yang usianya masih seumur jagung, tentu kami harus belajar banyak dari para pebisnis travel agent senior. Tapi, hal itu tidak membuat saya dan menjadi ciut untuk bersaing dengan mereka. Pasalnya, kami memiliki target pasar tersendiri yang belum banyak digarap oleh yang lainnya. Biasanya kami memang diremehkan, tapi setelah melihat beberapa prestasi yang berhasil dicapai, banyak orang yang mulai mengapresiasi apa yang sudah dilakukan oleh KONSEP. Beberapa paket perjalanan wisata yang ditawarkan oleh KONSEP pun sangat berbeda dengan yang banyak ditawarkan oleh travel agent lainnya.



Apa sih yang perlu diperhatikan agar bisa sukses menjalankan bisnis perjalanan wisata?
Menjalankan sebuah bisnis, khususnya yang berkaitan dengan pariwisata tentu harus memiliki passion yang tinggi untuk melakukan perjalanan wisata. Pasalnya, bagaimana seorang CEO yang bergerak di bidang pariwisata bisa mejelaskan kepada customer tentang potensi keindahan pariwisata disuatu tempat jika dirinya belum pernah pergi ke tempat tersebut. Jadi, seorang pebisnis tarvel agent wajib melakukan perjalanan wisata agar tahu potensi wisata apa saja yang bisa ditawarkan kepada customer.

KONSEP merupakan singkatan dari Konfigurasi Seni Pariwisata yang menggabungkan dunia pariwisata dengan kebudayaan. Saya pun memiliki hobi yang menjadi passion untuk selalu mengeksplorasi kebudayaan dan pariwisata yang ada di Indonesia. Sekalipun sedikit memiliki pengetahuan terkait dunia kebudayaan tapi saya tidak ragu untuk menggandeng talent-talent berbakat di bidang kesenian untuk bergabung dengan KONSEP. Jadi, pengalaman saya melakukan perjalanan wisata dan juga tim hebat di bidang lainnya yang akhirnya membuat KONSEP bisa melakukan banyak hal hebat seperti sekarang.



Bagaimana cara Anda membangun sebuah tim yang hebat?

Membangun sebuah tim yang hebat di dunia bisnis memang bukanlah hal yang mudah. Semua pebisnis pun pasti merasakan hal yang sama seperti saya. Apalagi berkecimpung di dunia bisnis pariwisata. Pasalnya, sering sekali saya merekrut karyawan yang ternyata tidak pernah melakukan perjalanan wisata. Akhirnya, mereka pun seperti tidak bersemangat untuk bekerja lebih baik karena terkendala akan pengetahuannya di bidang pariwisata. Padahal, karyawan tersebut memiliki keahlian yang sangat tinggi di bidangnya masing-masing seperti IT maupun desain grafis. Oleh karena itu, saat menjalankan bisnis pariwisata sebaiknya jangan asal merekrut seorang karyawan. Carilah karyawan yang memiliki latar belakang pernah melakukan perjalanan wisata ke banyak destinasi wisata bahkan yang ekstrem sekalipun. Sekarang ini, KONSEP sudah memiliki tim yang cukup solid karena sesuai dengan visi dan misi serta slogannya, yakni “sesudah pulang, pergi lagi”. Hal inilah yang tertanam disetiap tim KONSEP bahwa sesudah pulang pun akan terus melakukan perjalanan wisata lagi, lagi dan lagi.



Bagaimana cara Anda menjalankan bisnis dengan kuliah bersama-sama saat ini jika memiliki konsep sudah pulang, pergi lagi?

Sungguh pertanyaan yang membuat saya dilema untuk menjawabnya. Pasalnya, menjalankan bisnis tentu akan memberikan keuntungan tersendiri dalam hal materi bagi saya. Tetapi pendidikan juga merupakan hal yang utama agar bisa menyelesaikannya dengan baik. Sejauh ini, di Indonesia masih menganut konsep bahwa pebisnis yang juga menyelesaikan pendidikan kuliah adalah hal yang utama. Walaupun banyak contoh pebisnis dari luar negeri yang sukses tanpa pendidikan formal namun hal tersebut belun berlaku di Indonesia. Jadi, terkadang menjadi pilihan yang sulit saat mengikuti perkuliahan tiba-tiba ada customer yang telepon untuk melakukan deal perjalanan wisata. Sekarang saya sudah semester delapan dan sedang tahap magang, jadi bukan waktu yang tepat untuk menyatakan mundur dari bangku kuliah. Mohon doanya agar kuliah lancar dan bisnis saya pun sukses.



Terakhir, apa saran bagi para pebisnis pemula yang ingin memulai bisnisnya?

KONSEP benar-benar bukan hanya sekedar menjalankan bisnis untuk meraup banyak keuntungan semata. Kami tidak hanya mengutamakan profit saja, tetapi juga memberikan dampak positif kepada masyarakat luas. Diantaranya adalah memberikan edukasi terkait dunia pariwisata dengan mengenalkan potensi wisata dan kebudayaan si suatu lokasi atau destinasi wisata di segala penjuru Indonesia. Oleh karrena itu, dalam menjalankan suatu bisnis sebaiknya produk Anda bisa memberikan manfaat kepada banyak orang. Produk Anda harus bisa menjadi solusi atas sebuah permasalahan yang ada di masyarakat. Dengan begitu, bisnis berjalan bukan hanya memberikan keuntungan pada perusahaan Anda saja tetapi juga memberikan banyak manfaat kepada masyarakat.

Padukan Bisnis Travel dan Budaya, Mahasiswa Surabaya Raup Jutaan Rupiah studentpreneur indonesia best people  studentpreneur

hadi-kurniawan

Potensi menjalankan bisnis pariwisata di Indonesia masih sangat terbuka lebar. Paling tidak, itulah yang dirasakan oleh Hadi Kurniawan bersama timnya yang mendirikan CV Konsep Global Media, sebuah bisnis yang bergerak di bidang pariwisata dan kebudayaan. Terinspirasi oleh artikel ini? Bagikan untuk teman-teman Anda di social media ya! Anda juga bisa mendapatkan informasi bisnis anak muda kreatif melalui Facebook atau Twitter Studentpreneur.

Sumber: viva.co.id, 
Sumber: studentpreneur.co (Agus Fariansyah) 
             
Read More

Kamis, 12 Maret 2015

Kisah Bocah 13 Tahun Kuliah S2 Hebohkah Netizen

Sushma Verma gadis berkebangsaan India ini menghebohkan netizen bagaimana tidak diusianya yang baru saja menginjak 13 tahun dirinya sudah menjadi mahasiswi S2 jurusan mikrobiologi.

                                              Kisah Bocah 13 Tahun Kuliah S2 Hebohkah Netizen
                                              
Dikampung halamannya Uttar Pradesh Sushma Verma sangatlah terkenal karena kepandaiannya Seperti dimuatNews.com.au gadis india ini merupakan pendobrak niat belajar gadis - gadis India lainnya di daerahnya Uttar Pradesh yang sangat terkenal dengan beberap anak gadis yang tidak mau bersekolah.

Sushma Verma yang lahir dari keluarga menengah ke bawah di India utara ini telah terdaftar sebagai salah satu calon penerima gelar master dalam mikrobiologi,  Ayah Sushma yang sudah mengorbankan tanah keluarga hanya demi membiayai kuliah sushma ini berharap jika anaknya bisa menjadi lebih baik, dan 'terlempar' ke kelas menengah.


Sushma sendiri meyelesaikan pendidikan SMA nya pada usia 7 tahun dan bergelar sarjana pada usia 13 tahun. keberhasilan Sushma ini didapatkan hanya dari motivasi pengorbanan yang dilakukan keluarganya serta pengorbanan dan dorongan dari orangtuanya yang tak berpendidikan dan miskin.


"Dalam wawancara yang dilakukan oleh Sushma gadis jenius ini mengatakan bahwa keluarganya memperbolehkan dirinya melakukan apa saja dan menentukan pilihan. Dan juga Sushma berpesan kepada para orang tua lainnya yang ada di dunia ini bahwa dirinya berpesan agar orang tua di dunia tidak terlalu mekaksakan pilihan mereka pada anak-anak mereka," Ucap Sushma Verma


Kehidupan Sushma cukup mengharukan ia tinggal bersama 3 adiknya di apartemen sempit dengan hanya satu kamar di Lucknow, ibukota negara bagian Uttar Pradesh. Pendapatan ayah Sushma yang hanya sedikit yaitu sekitar 200 rupee atau jika di rupiahkan sekitar 35ribu rupiah dari bekerja di tempat konstruksi bangunan. Keluarga Sushma mengaku harta yang paling berharga adalah meja belajar dan komputer bekas.

"Sushma pun mengungkapkan bahwa kondisinya ini tidaklah bagus untuk belajar namun inilah yang dimiliki sekarang ini. tidak semua yang diinginkan harus terpenuhi " Ucap Sushma 

                                               Gadis Jenius Sushma Verma Dari India

Tidak memiliki tv di rumah menurut Sushma adalah suatu yang menguntungkan karena kita jadi sibuk belajar terus menerus tanpa memikirkan hal yang lain kecuali hanya belajar.


Meski perkuliahan S2-nya di Lucknow BR Ambedkar Central University dimulai pada 23 September 2013,gadis pintar ini tidak malu bolak - balik kampus dengan diantar ayahnya dengan sepeda bahkan untuk bertemu dengan dosen saat kelas belum dimulai.

Setelah kisah Sushma Verma ini dishare di media sosial kini Sushma Verma makin terkenal dan menjadi motivasi bagi para netizen yang membaca kisah hebat Sushma Verma ini keluarga miskin yang mampu memotivasi seluruh dunia khususnya dunia pendidikan.

Sumber: hanyatauaja.blogspot.com
Read More

Mengenai Saya

Foto saya
facebook.com/iqbal.alhabsi - iqballsyaif@gmail.com
Designed ByBlogger Templates