Tampilkan postingan dengan label Bumi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bumi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 April 2015

Mekkah Merupakan Pusat Daratan Dunia

Temuan ilmiah yang menghebohkan para ilmuwan dan dipublikasikan pada bulan januari 1977 menyebutkan,”Kota Mekah adalah pusat daratan di dunia.” Fakta ini ditemukan setelah melalui riset panjang dan mengacu pada sejumlah table matematis yang sangat rumit dengan bantuan teknologi computer.

Ilmuwan mesir, Dr Husein Kamaludin, penemu fakta ini menuturkan kisah penemuannya yang cukup mencengangkan ini penelitian ini dimulai dengan tujuan yang sangat berbeda dengan hasil yang diperoleh. Pada awalnya penelitian dilakukan untuk mendapatkan suatu alat yang dapat membantu siapapun dan di tempat manapun dari penjuru dunia ini untuk mengetahui dan menentukan posisi kiblat.

Sebab, selama perjalanannya ke Negara luar, ia merasa bahwa penentuan arah kiblat selalu menjadi masalah yang dihadapi seluruh umat muslim ketika berada di suatu tempat yang tidak ada masjidnya atau tempat shalat yang memiliki tanda jelas arah kiblat. Masalah ini juga sering dihadapi oleh seseorang yang berada di luar negeri (yang bukan negeri islam), misalnya para pelajar dan mahasiswa yang dikirim ke luar negeri.

 
Karena itu, Dr Husain Kamaludin berfikir untuk membuat peta dunia baru yang dilengkapi petunjuk posisi arah kiblat. Setelah membuat rancangan awal riset pendahuluan yang diarahkan untuk membuat peta baru ini dan menggambar lima benua pada peta itu, tiba tiba temuan yang mengundang decak kagum itu muncul.


Ilmuwan Mesir ini menemukan bahwa posisi kota Mekah berada tepat di tengah tengah dunia. Ia lalu memegang sebuah jangka dan meletakkan salah satu ujungnya di gambar kota Mekah lantas menjalankan ujung lainnya pada ujung setiap benua. Ternyata daratan yang ada di permukaan bola bumi terbagi secara sistematis di sekitar kota Mekah. Dari sini, ia menemukan bahwa kota Mekah adalah pusat daratan. Selanjutnya ia ambil peta kuno sebelum ditemukannya benua Amerika dan Australia. Setelah melakukan uji coba berkali kali, ia pun menemukan bahwa Mekah tetap menjadi titik sentral daratan, hingga ketika dibandingkan dengan kondisi peta dunia masa permulaan Islam.

Dr Husain Kamaludin menambahkan, “Saya mulai penelitian ini dengan menggambar peta yang memperhitungkan jarak semua tempat di muka bumi dengan kota Mekah. Saya kemudian mengukur garis garis bujur yang sama untuk mengetahui posisi garis lintang dan garis bujur jika diukur dari kota Mekah. Setelah itu, saya gambar batas batas benua dan hak hak detail lainnya pada jaringan garis garis ini. Hal ini membutuhkan pemprosesan matematis yang sangat pelik, dengan bantuan teknologi computer guna menentukan jarak dan deviasi yang diperlukan. Penelitian ini juga membutuhkan software penggambar garis lintang dan garis bujur untuk proyeksi baru ini.


Secara kebetulan menemukan bahwa seorang dapat menggambar lingkaran yang berpusat di kota Mekah dan batas batasnya di luar ke ke-enam benua. Dan garis pinggir lingkaran ini mengitari batas batas luar benua benua tersebut. Dengan demikian, Mekah adalah jantung bumi. Dan hal ini sebelumnya sudah diindikasikan oleh sains modern melalui temuan para ilmuwan, yang menyebutkan kota Mekah merupakan pusat radiasi gravitasi magnetic. Fenomena unik juga akan dirasakan oleh semua orang yang mengunjungi kota Mekah untuk tujuan haji atau umrah, dengan hati yang tulus dan bertaubat kepada Allah. Ia merasa seolah olah tertarik dengan semua yang ada di Mekah, dari tanah, pegunungan, hingga semua yang ada di sana, seolah olah ia merasa melebur bersama kota Mekah dengan segenap jiwa dan raganya. Dan ini adalah perasaan yang terus berlangsung sejak awal keberadaan bumi.

Sebagaimana halnya planet planet yang lain, bumi pun melakukan barter daya tarik dengan planet planet dan bintang bintang lainnya. Daya tarik ini bersumber dari dalam bumi yang bermuara pada satu titik sentral bumi yang juga menjadi sumber sinar radiasi. Titik temu plutonik inilah yang ditemukan oleh seorang ilmuwan Amerika dalam bidang topography setelah memastikan keberadaan dan letak geografisnya. Dalam hal ini ia tentu saja tidak didorong oleh keyakinan agama. Siang malam, dengan semangat tinggi ia bekerja di laboratoriumnya sambil menghadapi peta peta bumi dan perlengkapan lain. Dan tanpa sengaja ia menemukan bahwa pusat pertemuan radiasi kosmos berada di kota Mekah.

Mengacu pada fakta fakta ilmiah di atas, kita pun bisa mengenali hikmah di balik pemilihan kota Mekah sebagai tempat berdirinya Baitullah, sekaligus sebagai tunas penyebaran risalah Islam di seluruh penjuru dunia. Dan ini membuktikan adanya kemukjizatan ilmiah yang terkandung dalam hadist Nabawi yang menampilkan keutamaan status kota Mekah dibandingkan tempat tempat yang lain di permukaan bumi. Wallahu alam.

Allah SWT Berfirman,” dan agar kamu memberikan peringatan kepada penduduk Ummul Qura (Mekkah) dan orang orang yang di luar lingkungannya.” (QS Al An’am 92) Nabi SAW berdiri di bukit Hazwarah (di Mekkah) lalu berkata pada kota Mekkah ,” Aku tahu bahwa engkau adalah sebaik baik bumi Allah dan yang paling dicintai Allah, seandainya keluargamu tidak mengeluarkan darimu, niscaya aku tidak keluar.’

Sumber: forum.viva.co.id
Sumber: media.ikhram.com
Read More

Senin, 20 April 2015

Ketakjuban Kosmonot Rusia Saat Memfoto Mekah dari Luar Angkasa

Mekah dan Madinah adalah dua kota suci umat islam dunia. Mekah menjadi sangat bersejarah, karena merupakan kota tempat kelahiran Nabi Muhammad SAW. Selain itu, di Mekah juga ada Ka'bah, yang merupakan kiblat sholat orang islam sedunia. Madinah juga menjadi kota bersejarah bagi umat islam. Di Madinah terdapat Masjid Nabawi. Masjid Nabawi adalah salah satu masjid tertua dalam sejarah islam, dan sekaligus sebagai pusat pendidikan agama dari zaman nabi sampai sekarang. Madinah juga menjadi kota tempat Nabi Muhammad SAW dimakamkan.

Mekah dan Madinah juga menjadi dua kota tujuan utama ketika kita menjalankan ibadah haji dan umroh. Pada tanggal 26 Januari 2015 lalu, Anton Shkaplerov, seorang kosmonot Rusia memposting di twitter tentang ketakjubannya saat memfoto dua kota suci umat islam tersebut. Foto itu diambilnya pada malam hari dari Stasiun Ruang Angkasa Internasional (ISS).

Kota Mekah dan Madinah terlihat benderang. Cahaya lampu berkilau bagaikan hamparan emas. Sementara pada salah satu titik di tengah, terlihat cahaya putih yang sangat jelas. Menambah keindahan dua kota suci itu. 
Sang kosmonot memposting foto-foto tersebut ke Twitter dan Instagram. Dia mengaku sangat kagum dengan pemandangan yang dia potret tersebut. Baca : Inilah wanita pertama yang akan melahirkan di Mars

Seperti inilah ungkapan ketakjuban Anton di twitter :
Mekah dan Madinah dari luar angkasa / twitter.com/AntonAstrey

Seperti yang terlihat, foto tersebut telah di retweet sebanyak 7.600 pengguna twitter, dan telah dijadikan sebagai foto favorit oleh hampir 4.000 user.

Sumber: catatankecilku.net
Read More

Kamis, 26 Maret 2015

Jumat 27 Maret, Asteroid 1.000 Meter Berpapasan dengan Bumi

Jaraknya sekitar 11,6 kali lebih dekat ketimbang bulan.

Jumat 27 Maret, Asteroid 1.000 Meter Berpapasan dengan Bumi
Iustrasi (Reuters/NASA/JPL-Caltech/Handout)
Setelah berpapasan dengan Asteroid BL86, bumi akan kembali bertemu dengan asteroid lain. Kali ini asteroid itu bernama 2014-YB35.

Dilansir Softpedia, Kamis 26 Maret 2015, asteroid YG35 akan mendekati bumi pada Jumat, 27 Maret 2015. Jaraknya sekitar 11,6 kali lebih dekat ketimbang bulan. 

Dengan kata lain, 2014-YB35 tidak akan memberikan kekhawatiran bagi penduduk bumi. Jarak YB35 dengan bumi hanya sekitar 4,5 juta kilometer atau sekitar 2,8 juta mil. Bisa dibilang, untuk ukuran luar angkasa, jarak ini hampir mendekati. Namun ilmuwan memastikan jarak ini tidak akan membahayakan keselamatan bumi.

Asteroid YB35 ditemukan pertama kali pada 27 Desember 2014 oleh astronom yang bekerja di Catalina Sky. Itu merupakan proyek yang meneliti dan mengidentifikasi komet maupun asteroid yang berpotensi mengancam bumi.

Sejak ditemukan, batu luar angkasa itu telah diobservasi berkali-kali, bahkan dalam 380 kali kesempatan. Astronom memprediksi, ukurannya berkisar 440 sampai 990 meter atau sekitar 1.440 sampai 3.250 kaki.

Dengan ukuran sebesar itu, kecepatan batu luar angkasa mencapai 10,6 kilometer per detik atau sekitar 6,6 mil per detik.

Ini merupakan kali kedua dalam tahun ini sebuah asteroid hampir menabrak bumi. Sebelumnya, pada Januari, asteroid 2014-BL86 melewati bumi dengan jarak 1,2 juta kilometer atau sekitar 750.000 mil dari bumi.

Untungnya, meski jaraknya dekat, BL86 juga tidak berpotensi menabrak bumi. B86 pun melanjutkan perjalanannya di luar angkasa. 

Setelah YB35 melintas, wujudnya tidak akan mendekat ke bumi sampai 2033 nanti. Asteroid itu akan kembali mengunjungi bumi pada tahun itu dengan jarak terdekatnya mencapai 3,2 juta kilometer atau sekitar 2 juta mil dari bumi.

Sumber: viva.co.id
Read More

Mengenai Saya

Foto saya
facebook.com/iqbal.alhabsi - iqballsyaif@gmail.com
Designed ByBlogger Templates