Tampilkan postingan dengan label Pemerintah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemerintah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 April 2015

Monumen Solidaritas Asia Afrika

Presiden Joko Widodo disaksikan sejumlah kepala negara dan delegasi menandatangani Monumen Solidaritas Asia Afrika dalam acara 'Historical Walk' pada rangkaian Peringatan Konferensi Asia Afrika ke-60, Bandung, Jawa Barat, Jumat (23/4/2015). Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) berlangsung 19-24 April 2015 di Jakarta dan Bandung.

Presiden Joko Widodo bersama sejumlah kepala negara & delegasi bersiap meresmikan Monumen Solidaritas Asia Afrika pada rangkaian Peringatan Konferensi Asia Afrika ke-60, Bandung, Jumat(23/4/2015) Foto : Antara/aacc2015/Agus Bebeng
Presiden Joko Widodo disaksikan sejumlah kepala negara dan delegasi menandatangani Monumen Solidaritas Asia Afrika pada rangkaian Peringatan KAA ke-60, Bandung, Jawa Barat, Jumat (23/4/2015). Foto : Antara/aacc2015/Agus Bebeng
Presiden Joko Widodo disaksikan sejumlah kepala negara dan delegasi menandatangani Monumen Solidaritas Asia Afrika pada rangkaian Peringatan KAA ke-60, Bandung, Jawa Barat, Jumat (23/4/2015). Foto : Antara/aacc2015/Agus Bebeng
Sejumlah delegasi memenuhi Monumen Solidaritas Asia Afrika pada acara 'Historical Walk'pada rangkaian Peringatan Konferensi Asia Afrika ke-60, Bandung, Jawa Barat, Jumat (23/4/2015) Foto : Antara/aacc2015/Agus Bebeng
Sumber: foto.viva.co.id
Read More

Kamis, 23 April 2015

Tiongkok Ajak Semua Pihak Ikut Proyek Jalur Sutra Maritim

Tiongkok akan meluncurkan AAIB untuk merealisasikan itu.

Tiongkok Ajak Semua Pihak Ikut Proyek Jalur Sutra Maritim
Presiden Tiongkok, Xi Jinping menyampaikan pidato di KTT Asia Afrika. (22/04/2015) ( REUTERS/Beawiharta)
Presiden Tiongkok, Xi Jinping, mengaku siap bekerja sama dengan semua pihak untuk merealisasikan proyek jalur sutra maritim abad ke-21. Salah satu cara agar proyek tersebut bisa terealisasi yakni dengan meluncurkan Bank Investasi Infrastruktur Asia (AIIB). 

Hal itu disampaikan Xi ketika berpidato di forum pemimpin negara Asia Afrika di Jakarta Convention Centre (JCC). Penyampaian kembali konsep jalur sutera maritim dianggap Xi pas karena Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo memiliki ambisi untuk menjadikan RI sebagai poros maritim dunia. 

Dalam pidatonya, Xi turut mengatakan Tiongkok siap meningkatkan kerja sama selatan dan utara. 

"Kami siap meningkatkan kerja sama dengan negara lain untuk mengamankan perdamaian dan stabilitas dalam pengembangan komando dan kemakmuran," kata Xi. 

Salah satunya direalisasikan Xi dengan berkomitmen memberikan 100 ribu pelatihan bagi negara-negara berkembang di kawasan Asia Afrika dalam kurun waktu lima tahun. Program lainnya yang dilakukan Tiongkok untuk membangun kerja sama yang lebih erat di antara dua kawasan itu, yakni dengan menjadi tuan rumah di festival pemuda dan mengundang total 2.000 pemuda Afrika untuk datang ke Tiongkok. 

"Melalui program ini, diharapkan bisa meningkatkan pertukaran pengalaman dan ilmu," ujar Xi. 

Sumber: viva.co.id
Read More

Selasa, 21 April 2015

Situs e-Commerce Menjamur, Butuh Peta Jalan

Omzet mereka miliaran rupiah. Tak kena pajak.

Situs e-Commerce Menjamur, Butuh Peta Jalan
Ilustrasi Belanja online (iStock)

Para investor asing tertarik dengan potensi pasar e-commerce di Indonesia. Mereka menggelontorkan dana ratusan juta dolar untuk bisa menyedot rupiah ke kantong. Para pemain asing ‘menyusup’ ke tubuh para pemain e-commerce lokal.

Ada juga yang tiba-tiba muncul dengan membawa bendera sendiri atas nama ekspansi. Bahkan ada sebagian dari mereka yang sempat lokal dan merajai pasar namun harus ‘menyerah’ dengan iming-iming akuisisi.

Saat ini Indonesia dipenuhi ratusan e-Commerce. Sebut saja Lazada, Blibli, Elevenia, Tokopedia, Kaskus, OLX, Blanja, Zalora, Bukalapak, Dinomarket, dan banyak lainnya. Kebanyakan dari mereka mendapat pendanaan dari pihak asing.

Membuat e-commerce lokal menjadi raja di negeri sendiri sepertinya merupakan suatu hal yang sulit. Aturan yang akan dibuat pemerintah sendiri terkesan ‘tes pasar’. Tadinya pemerintah ingin mengeluarkan pajak e-commerce namun kemudian ditunda dengan alasan ‘pasar yang baru tumbuh’ sehingga tidak bisa dipaksa dalam bentuk aturan, apalagi dipajaki.

Menurut pendiri Indotelko Forum, Doni Darwin, tidak ada salahnya jika pajak e-commerce itu diterapkan karena saat ini omset para pelaku e-commerce itu pun sudah banyak yang mencapai miliar rupiah.  Hal ini, menurut dia, dianggap tidak adil. Pasalnya, banyak perusahaan lokal maupun UKM yang sudah berentitas PT namun selalu dikejar-kejar pajak.

“Hal yang aneh jika pemerintah menunda PPn dan PPh bagi e-commerce. Apalagi ada yang sudah punya omset miliaran rupiah, sebulan bisa mencapai Rp100 juta. Jadi kala menunda tanpa ada jalan keluar bagi isu pajaknya, itu bukan jalan keluar tapi menunda masalah. Tapi kami tetap tidak menganjurkan ada pajak lain di luar PPn dan PPh hanya karena ada transaksi online. Itu baru namanya membunuh industri,” kata dia.

Dia mengusulkan, untuk urusan PPh dan PPn rasanya layak jika diterapkan. Jika pun ditunda, minimal e-Commerce harus memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) terlebih dulu dengan masa transisi 3 tahun.  Setelah itu, baru dikenakan PPn atau PPh.

“Lihat dulu, e-commerce jenis apa, di level apa, yang layak dibebaskan. Masa iya ada pemain didukung investor besar mau dilolosin begitu saja pajaknya. Ini bablas namanya. Pendataan ini bisa dianggap sebagai pembiasaan agar pelaku usaha tertib administrasi dan salah satu upaya menumbuhkan e-commerce lokal agar bisa berkuasa di negeri sendiri,” jelas dia.

Dikatakannya, untuk menumbuhkan e-commerce lokal harus dimulai dari sekarang. Selain aturan yang jelas, e-commerce juga harus dimudahkan dalam prosesnya, misalnya dimudahkan pembuatan atau pendirian badan usaha, pembuatan NPWP dan lainnya. Selain itu, kata dia, pemerintah harus bisa mendorong e-commerce asing untuk mendirikan badan usaha di Indonesia. “Minimal biar kena PPh,” katanya.


Potensi e-Commerce Indonesia

Data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) terbaru, yang dilakukan bersama Puskakom UI, menunjukan jika pengguna internet di Indonesia pada 2014 baru mencapai penetrasi 34,9 persen atau total 88,1 juta. Dari angka tersebut, sebanyak 34 persen mengaku kerap mencari informasi di Internet mengenai jasa atau produk yang akan dibeli. Sedangkan 27 persen di antara 88,1 juta itu teridentifikasi sebagai pengguna internet yang pernah berbelanja online. Dari data itu bisa dilihat jika 34 persen yang kerap mencari informasi berpotensi menjadi pembeli jasa atau produk.

“Sebagian besar pengguna internet Indonesia adalah orang yang bekerja atau wiraswasta, sekitar 55 persen dari total pengguna. Meski lebih dari 80 persen pengguna internet menggunakan jejaring sosial namun porsi jual beli online juga cukup besar, yakni sekitar 11 persen,” ujar Ketua Umum APJII, Sammy Pangerapan.

Menurut data Redwing Asia, pasar e-Commerce di Indonesia meningkat cukup pesat dari USD1 miliar pada 2012 dan diperkirakan melonjak 250 persen dalam tiga tahun, tepatnya 2015 ini.

"Tahun ini, penetrasi internet akan melebihi 30 persen. Jumlah penjualan ritel online hanya sebesar 0,7 persen dari total penjualan ritel, namun diproyeksikan akan bertumbuh sepuluh kali lipat dalam lima tahun mendatang. Ritel online sedang tumbuh pesat di luar Jakarta, dan di sanalah tempat di mana posisi terkuat Lippo," ujar CEO Matahari Mall, Hadi Wenas.

Toko online milik Grup Lippo ini sendiri telah siap menantang para pemain lain. Setelah mendapatkan suntikan dana dari induk usaha sebesar US$500 juta,  tambahan dana lagi sekitar US$200 juta dari dua bank raksasa, Credit Suisse dan Merril Lynch. Mereka yakin dengan merekrut pekerja lokal, maka tidak akan sulit untuk menjadi toko online terbesar di tanah air.

Selain Hadi, nama-nama besar lain seperti Emirsyah Satar (ex CEO Garuda Indoensia) dan Rudy Ramawy (ex Google Indonesia) juga menjadi bagian dari Matahari Mall. Sedangkan Elevenia, yang menjadi bagian dari XL Axiata, masih mempertahankan Hasnul Suhaimi sebagai komisaris di toko online yang merupakan perusahaan gabungan SK Planet dan Axiata.

Zalora dan Lazada mendapatkan pendanaan dari Rocket Internet. Sedangkan Blanja.com merupaan afiliasi Telkom dengan eBay. Alibaba dikabarkan juga akan merambah pasar e-Commerce Indonesia dengan meluncurkan AliExpress Indonesia. Atau Rakuten perusahaan asal Jepang itu juga menggelar situs belanja online di Indonesia.

Baidu, perusahaan asal Tiongkok, memang belum memperlihatkan tanda-tanda tertarik menggelar lapak online-nya. Menurut Managing Director Baidu, Bao Jianlei, tahun ini mereka akan membuka sub-kanal khusus untuk e-commerce.


Menunggu Roadmap e-Commerce Indonesia

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, mengemukakan bahwa pemerintah saat ini terus menyiapkan peta jalan (roadmap) untuk industri e-commerce. Pria kelahiran Bogor ini pun menargetkan road map tersebut akan rampung di pertengahan tahun 2015.

"Rencananya roadmap e-commerce itu Juli tapi Agustus paling lambat sudah selesai," ujar Rudiantara. 
Dijelaskannya, perkembangan roadmap industri belanja online tersebut masih dalam tahap usulan-usulan dari berbagai pihak. Kemudian, setelah road map itu rampung, kata Rudiantara, maka pemerintah membuat Rencana Peraturan Pemerintah (RPP). Dalam tahap membuat RPP ini, dilibatkan berbagai instansi terkait, seperti di antaranya Direktorat Jenderal Bea Cukai, Direktorat 
Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan, Kementerian Perekonomian, dan lainnya.

Menurut Redwing Asia, meski e-commerce berpotensi besar di Indonesia namun kendalanya pun besar. Selain masalah metode pembayaran yang masih mengandalkan transfer bank, penyedia e-commerce juga dihadapkan oleh tantangan distribusi logistik. Ini akibat dari jumlah penduduk lebih dari 250 juta yang tersebar di 17.000 pulau. Inilah beberapa hal yang harusnya bisa masuk ke dalam roadmap e-Commerce Indonesia, khususnya payment gateway.

“Faktor yang kami percaya mampu meningkatkan pertumbuhan e-commerce adalah perpaduan bisnis antara perusahaan kecil dan menengah, yang mewakili 90 persen dari seluruh perusahaan di negara ini. Ada sekitar 40 juta UKM di negara ini. Ini model yang sama yang pernah diterapan Alibaba, Taobao dan TMall. Mereka memfasilitasi UKM untuk bisa berjualan online. Mereka juga harus punya komponen sosial yang kuat, merefleksikan kebiasaan para pembeli di Indonesia,” ujar pihak Redwing.

Jadi, menurut laporan Redwing, yang menjadi pemenang di ranah e-commerce adalah mereka yang bisa memiliki terobosan dalam membuat kemudahan berbelanja online, mampu membantu UKM (yang notabene kurang memiliki teknologi), sekaligus menunjukkan kepada pembeli jika berbelanja online itu bisa cukup menyenangkan, aman dan murah.

Sumber: viva.co.id
Read More

Senin, 06 April 2015

Harga BBM Indonesia Vs Malaysia, Mana Lebih Murah?

Bagaimana dengan harga BBM negara lainnya?

Harga BBM Indonesia Vs Malaysia, Mana Lebih Murah?
Seorang pengendara motor melakukan pengisian BBM jenis premium di SPBU Kuningan, Jakarta. (VIVAnews/Arie Dwi Budiawati)
Kabar yang beredar mengenai harga bahan bakar minyak (BBM) Indonesia, lebih mahal dibandingkan negeri Jiran Malaysia dipertanyakan.

Sebelumnya, Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas, Faisal Basri, mengungkapkan hal tersebut. Baca di Faisal Basri Kritik Cara Pandang Pertamina soal BBM.

"Pertama, apakah pemerintahnya masih memberikan subsidi," kata Direktur Eksekutif Indonesia Resources Studies (IRESS), Marwan Batubara, ketika dihubungi VIVA.co.id, Kamis 2 April 2015.

Marwan mengatakan, kalau Malaysia masih memberikan subsidi kepada harga BBM-nya, maka tidak mengherankan kalau harganya menjadi lebih banyak daripada harga BBM di Indonesia.

Kemudian, kedua, Marwan pun mempertanyakan dasar perhitungan yang dilontarkan oleh Faisal. "Apa dasar perhitungannya. Kalau kita kan, ada biaya ditanggungnya," kata dia.

Selain itu, lanjutnya, harga penjualan BBM di Indonesia merupakan harga dasar ditambah biaya-biaya lainnya, seperti biaya pengolahan di kilang, biaya angkut, dan biaya penyimpanan.

Menurut Marwan, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan (Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) juga ditambahkan dalam harga BBM ini.

"Ditambah lagi dengan marjin keuntungan badan usaha, seperti Pertamina sebesar 5-10 persen dan SPBU," jelasnya.

Senada dengan Marwan, Direktur Pemasaran Pertamina, Ahmad Bambang, turut mengkritik balik pandangan Faisal terhadap harga BBM di Indonesia.

"Tim RTKM (Reformasi Tata Kelola Migas) melihatnya hanya Malaysia. Mengapa tidak Brunei sekalian?" kata Ahmad, ketika dihubungi VIVA.co.id.

Dia menilai, kedua negara tersebut, yakni Malaysia dan Brunei Darussalam menjual BBM yang harganya lebih murah, karena negara ini dianggap lebih mampu mensubsidi harga BBM.

"Mengapa tidak dibandingkan dengan Kamboja, Laos, Vietnam, dan Myanmar yang relatif lebih kurang maju daripada Indonesia," tambahnya.

Dia pun menekankan, apabila dibandingkan dengan pertamax pun masih lebih murah Indonesia, daripada Vietnam dan Filipina.

Berikut ini adalah harga BBM yang dikutip dari situs Global Petrol Prices.

1. Brunei Darussalam US$0,38

2. Malaysia US$0,53

3. Indonesia US$0,67

4. Vietnam US$0,83

5. Filipina US$0,92

(asp)

Sumber: viva.co.id
Read More

Rabu, 25 Maret 2015

Membayangkan Singapura, Setelah Ditinggal Lee Kuan Yew

Lee mengubah Singapura yang miskin, tanpa migas, jadi negara modern.

Membayangkan Singapura, Setelah Ditinggal Lee Kuan Yew
Mantan Perdana Menteri Singapura, Lee Kuan Yew. (REUTERS/Toru Hanai/Files)

Saat partainya nyaris menyapu bersih kursi yang diperebutkan pada pemilu 2006, Lee Kuan Yew sang pendiri Singapura modern mengeluarkan pernyataan penting bagi rakyatnya. Saat itu dari 84 kursi yang diperebutkan, hanya dua yang tak mampu diraih.

"Harap jangan berpikir bahwa Anda dapat mengubah pemerintah. Orang muda tidak mengerti ini," kata Lee. Pernyataannya itu memiliki makna mendalam, terutama saat ini.

Lee Kuan Yew merupakan sosok penting, di balik kesuksesan Singapura membangun negara kota, yang luasnya tidak lebih dari wilayah DKI Jakarta atau sekitar 660 kilometer persegi.

Setelah menjadi perdana menteri pertama Singapura pada 1959, Lee membuat keputusan bersejarah dengan mendeklarasikan kemerdekaan dari Inggris dan Malaysia, pada 9 Agustus 1965.

Dia menggunakan visi ekonominya yang kuat, serta tangan besi untuk membangun Singapura dari negara dunia ketiga bekas wilayah penjajahan, menjadi salah satu pusat perdagangan dunia.

Walau kekuasaannya selama tiga dekade sebagai perdana menteri berakhir pada 1990, dia tetap memiliki pengaruh dalam pemerintahan Goh Chok Tong, dengan menjabat sebagai Menteri Senior.

Pengaruh Lee Kuan Yew terus berlanjut, setelah putranya Lee Hsien Loong naik sebagai PM pada Agustus 2004. "Singapura kini mencari perubahan dan evolusi," kata pakar Asia Tenggara, Ernest Z Bower.


Titik Belok

Bower yang dikutip laman The Washington Post, menyebut ada sedikit kekhawatiran tentang masa depan Singapura, tanpa keberadaan pendirinya. "Lee Kuan Yew ada selama dia bernapas," ucapnya.

Lee Kuan Yew sukses membangun perekonomian Singapura, dengan menerapkan regulasi yang longgar serta pajak rendah. Namun kesuksesan ekonomi Singapura, terjadi dengan mengorbankan kebebasan sipil.

Media dikontrol, oposisi politik bahkan tidak mendapat toleransi. "Bahkan Lee Hsien Loong mengakui bahwa Singapura berada pada titik berbelok," tulis Washington Post.

Generasi tua Singapura masih mengingat, seperti apa kondisi hidup sebelum transformasi Singapura. Mereka secara sukarela menerima pembatasan kebebasan sipil, untuk kemajuan ekonomi.

Namun publik muda Singapura, yang saat ini berada pada usia 20-an dan 30-an tahun, telah terpengaruh dengan dunia Barat. Mereka berada pada situasi sebaliknya, jumlah mereka pun semakin meningkat.

"Generasi sebelumnya bahagia dengan Lee Kuan Yew, saat dia masih menjabat PM. Semua kepentingan mereka telah diurus oleh negara," kata Abdul Kadir bin Ibrahim, pemilik toko baju di Singapura.

Namun generasi muda menurut Kadir lebih kritis. "Sebagian besar berpendidikan tinggi. Mereka datang dari keluarga-keluarga mapan, yang tidak perlu berjuang untuk bertahan hidup," ujarnya.


Generasi Muda

"Kami secara simultan cinta dan benci, hormat dan memandang rendah, menghargai dan membenci pria itu (Lee Kuang Yew)," tulis Carlton Tan, seorang pemuda Singapura dalam satu artikel opini.

Pendapat Tan itu tampak mewakili perasaan sebagian besar generasi muda Singapura. "Kami bersyukur atas perkembangan ekonomi kami selama beberapa dekade, tapi kami membayangkan apakah sungguh perlu untuk mengorbankan kebebasan," katanya.

Kesempatan untuk memilih Singapura yang berbeda, semakin dekat dengan pemilu yang akan digelar pada 2016 mendatang. Setahun setelah Singapura ditinggal oleh pendirinya.

Pada pemilu terakhir, 2011, PAP kehilangan enam dari 87 kursi parlemen, sebuah hasil yang dinilai memperlihatkan hasrat untuk suatu perubahan. Oposisi diperkirakan dapat memenangkan lebih banyak kursi tahun depan.

Perubahan politik telah terakselerasi akibat alasan ekonomi, dengan melebarnya jurang pendapatan. Jumlah miliarder bertambah, sementara sebagian publik Singapura berhadapan dengan tingginya biaya hidup.

Imigran juga menjadi salah satu isu, dengan orang asing telah mencapai sepertiga dari total populasi. Selama ini imigran bekerja di sektor yang tidak diminati publik Singapura, sebagai buruh konstruksi dan pekerja domestik.

Namun saat ini ada kegelisahan, bahwa imigran mulai merebut berbagai sektor yang selama ini dinikmati publik Singapura berpendidikan.


Memahami Singapura

Pada wawancara dengan New York Times pada 2007 silam, Lee Kuan Yew yang mundur sebagai PM pada 1990, mengatakan bahwa untuk memahami Singapura, seseorang harus memulainya dengan satu cerita tentang kemustahilan.

"Ini adalah sebuah bangsa dengan hampir tanpa sumber daya alam, tanpa kebudayaan yang sama, keragaman yang rapuh dari etnis China, Melayu dan India yang mengandalkan kecerdasan untuk tetap terapung dan makmur," ucapnya.

Lee menekankan bahwa Singapura telah selamat menempuh perjalanan selama 42 tahun (2007). "Apakah kita akan selamat untuk 42 tahun selanjutnya? Itu tergantung pada kondisi dunia, tidak pada kita sendiri," ucapnya.

Kerapuhan yang terpendam dalam sejarah Singapura, adalah jawaban Lee Kuan Yew pada semua pengkritiknya, pada semua yang menuduhnya bersikap keras dalam menangani oposisi.

"Jawabannya terletak pada asal muasal kami. Walau apa yang Anda lihat hari ini, struktur super sebuah negara modern, dasarnya sangat tipis dan dapat dengan mudah terdisintegrasi," ujarnya.

Lee Kuan Yew mengatakan dia tidak merasa telah bertindak terlalu jauh, dalam tindakan terhadap para lawan politiknya, yang kerap disertai dengan masa hukuman penjara yang panjang.

"Saya pikir tidak. Saya tidak pernah membunuh mereka. Saya tidak pernah menghancurkan mereka. Secara politik, mereka menghancurkan diri mereka sendiri," ucapnya.


Rahasia Singapura

Lee mengungkap, rahasia Singapura terletak pada tidak adanya ideologi. Pragmatisme sentimental, yang menanamkan bahwa cara kerja negara itu sendiri merupakan sebuah ideologi.

"Apakah itu berjalan?" tanya Lee. "Mari coba dan jika itu bekerja, lanjutkan. Jika tidak, maka hentikan dan coba yang lain." Keberadaan dua kasino di Singapura, menjadi contoh pragmatisme Lee.

Lee dengan tegas menyebut dirinya tidak menyukai kasino. "Tapi dunia telah berubah, dan jika kita tidak memiliki resor yang terintegrasi seperti di Las Vegas, kita akan kalah," katanya.

Jadi dia membiarkan dua kasino dibangun untuk menarik lebih banyak turis ke Singapura. "Mari coba dan buat tempat itu aman, bebas mafia, bebas prostitusi dan bebas dari pencucian uang."

"Saya pikir kita harus pergi ke arah mana pun kondisi dunia memaksa, jika kita ingin bertahan dan menjadi bagian dari dunia modern. Jika kita tidak terkoneksi, kita akan mati. Kita akan kembali jadi desa nelayan seperti dahulu," katanya.

Sementara untuk masalah hubungan sejenis, Lee mengakui bahwa Singapura memilih posisi yang ambigu. Singapura membiarkannya, namun tidak akan mengubah hukum untuk melegalkannya.

Bahkan walau China, Hong Kong dan Taiwan telah memiliki kebijakan lebih liberal untuk hubungan sejenis, hukum di Singapura masih menganggapnya ilegal, walau pemerintah tidak akan secara aktif menegakkannya.

Pada banyak negara, identitas nasional berkembang dari kesamaan suku, ras dan agama. "Beberapa negara terlahir merdeka. Lainnya memperjuangkan kemerdekaan," kata Lee.

Lee menegaskan, Singapura membuat satu negara yang terdiri dari kumpulan migran berbeda suku bangsa, yang kemudian harus menciptakan identitas nasionalnya.

Pada bukunya berjudul "Men In White: The Untold Story Of Singapore's Ruling Political Party", Lee menjelaskan bagaimana dia harus membuat keputusan tentang bahasa resmi.

Etnis China memang merupakan mayoritas populasi Singapura. Tapi Lee tidak mau jika kebudayaan China menjadi dominan. Dia mengedepankan pentingnya harmoni antar ras.

Sekalipun etnis Melayu beragama Islam adalah komunitas minoritas, namun perhatian yang diterima tetap sama besar. Untuk proses pembentukan jati diri, Lee bahkan melarang sekolah-sekolah dasar berbahasa China.

Identitas dalam perspektif Lee adalah tercapainya rasa memiliki, bukan dari mana seseorang berasal. Pencapaian Singapura adalah perjalanan panjang yang membentuk nilai-nilai.

Kesejahteraan Singapura saat ini merupakan salah satu aset berharga, yang membuat publik Singapura merasa memiliki negaranya, merasa perlu mempertahankannya.


Perubahan

"Kami memiliki sebagian populasi muslim, bagian lain generasi tua China dan India yang konservatif. Jadi biarlah perubahan terjadi perlahan. Itu pendekatan pragmatis untuk mempertahankan kohesi sosial," ucapnya.

Lee menyebut hanya masalah waktu hingga perubahan terjadi. Itu dapat jelas terlihat dari perbedaan antar generasi di Singapura. Di dalam keluarga pun, nilai-nilai terus berubah.

"Mereka memiliki dasar nilai-nilai tradisional Konfusian," kata Lee tentang anak-anaknya, dua putra dan seorang putri. "Tapi cucu-cucu saya tidak." Lee mengatakan Singapura bukan komunitas tertutup.

Singapura tidak menutup diri pada perubahan. Namun pemerintah bertugas mengawal perubahan, yang oleh Lee disebut sebagai caranya menjadikan Singapura sebagai oase kelas satu di wilayah dunia ketiga.

"Kami membangun infrastruktur. Bagian tersulit adalah membuat orang mengubah kebiasaan, agar berperilaku seperti warga dunia kelas satu, bukan dunia ketiga dengan meludah dan membuang sampah di segala tempat," kata Lee.

Jadi Singapura membuat kampanye untuk melakukan ini dan itu. "Jangan mengunyah permen karet. Jangan membuang sampah dari atap. Bicara bahasa Inggris yang baik. Lakukan tindakan kebaikan yang spontan," ucapnya.

Terdengar paradoks, Lee mengatakan jika tidak sangat miskin pada awalnya, mungkin Singapura tidak akan dapat mengubah dirinya menjadi negara modern seperti saat ini.


Kerja Keras

Penulis buku Managing Country Risk, Daniel Wagner, menulis kesuksesan dicapai Singapura karena kemampuan untuk terus beradaptasi dengan realitas ekonomi regional dan global.

Pertanyaan tentang demokrasi macam apa yang diciptakan Lee Kuan Yew, tenggelam di balik panggung keajaiban ekonomi Singapura yang tidak tertandingi di Asia Tenggara.

Peringatan Lee tentang kerapuhan dan ancaman jatuhnya Singapura, dapat meyakinkan orang-orang Singapura untuk menerima pembatasan kebebasan mereka oleh pemerintah.

"Andai kami memiliki minyak dan gas, apakah Anda pikir saya dapat membuat orang-orang melakukan ini? Tidak. Jika kami memiliki minyak dan gas, saya akan mendapatkan orang dengan motivasi dan ekspektasi berbeda," ucapnya.

Lee menegaskan karena orang Singapura sadar, mereka tanpa minyak dan gas, sehingga mereka tahu bahwa perkembangan hanya dapat dicapai dari kerja keras, serta melakukannya dengan sangat baik.

Kunci dari keberhasilan Singapura adalah pemimpin yang punya visi, penuh dedikasi, tegas dan jujur. Sulit bagi Lee memerintah dengan tangan besi, jika dia tidak dapat menjaga kepercayaan rakyatnya.

Dia tidak korupsi. Itu yang membedakannya dengan banyak pemimpin lain. Lee juga mampu mewujudkan visinya dalam bentuk kemakmuran. Kebebasan dibatasi, tapi disertai keadilan dalam penegakan hukum.


Kepemimpinan

Kesenjangan ekonomi, ketidakadilan dalam penegakan hukum, diskriminasi sosial dan pemimpin yang korup, adalah beberapa hal yang ideal untuk diarahkan menjadi penghancur keutuhan satu negara.

Oleh karena itu Lee Kuan Yew mewariskan sebuah sistem bagi negaranya, yang banyak bertumpu pada kualitas kepemimpinan, yang dipersiapkan secara matang dengan mekanisme transisi yang ketat.

Mantan PM Goh Chok Tong, mengatakan pergantian kepemimpinan di Singapura dilakukan secara bertahap dengan proses transisi, sehingga saat terjadi perubahan pemerintahan tetap berjalan tanpa gangguan.

"Politik konsensus dan konvergen adalah cara terbaik bagi kita," kata Goh, pada 2004. Lee Kuan Yew tidak rakus kekuasaan. Dia mundur pada 1990, setelah yakin telah mendapatkan pengganti pada diri Goh Chok Tong.

Goh telah menjadi menteri dalam masa pemerintahan Lee selama 14 tahun, sebelum ditunjuk menjadi PM menggantikan Lee. Sementara Lee Hsien Loong sudah 20 tahun dalam kabinet, sebelum menjabat PM pada 2004.

Jika tetap mempertahankan sistem yang diciptakan Lee Kuan Yew, dengan perubahan terkendali yang dilakukan berdasarkan visi dari pemimpin yang berintegritas, Singapura akan tetap kuat seperti saat ini. (umi)

Sumber: viva.co.id

Read More

Adu Kuat Lembaga Keuangan Dunia

Ada yang meragukan AIIB. BI melihat peluang rupiah berkelit dari dolar

Adu Kuat Lembaga Keuangan Dunia
Penandatanganan kesepakatan Asian Infrastructure Investment Bank, Oktober 2014 lalu. Indonesia mau jadi tuan rumah AIIB, peluang lepaskan diri dari hegemoni dolar AS. (Xinhua)
Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) barangkali tak terlalu riuh di Indonesia. Namun, di kalangan perbankan internasional, pendanaan investasi infrastruktur di Asia itu cukup merebut perhatian.

Perang urat syaraf kekuatan ekonomi dunia mulai tampak. Amerika, Jepang, dan Tiongkok siap unjuk kekuatan di sektor keuangan. Indonesia seperti ingin turut ambil peran lebih di AIIB.

"Saya lihat Tiongkok ingin mendapatkan hegemoni," ujar pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia, Lana Soelistianingsih menyebut pendirian AIIB, kepada VIVA.co.id, Senin 23 Maret 2015.

Hingga hari ini, setidaknya ada 30-an negara yang menyatakan kesediaan menjadi pendiri AIIB. Bahkan, negara-negara Eropa seperti Inggris, Prancis, Italia, dan Luksemburg telah menyatakan keinginannya untuk menjadi anggota pendiri.

Yang terbaru, India, Indonesia, dan Selandia Baru telah menyatakan persetujuan. Pendiri AIIB diyakini bakal mencapai 35 negara.

"Menurut tenggat waktu (deadline), kami percaya 35 negara, bahkan lebih, akan menjadi anggota pendiri bank ini," ujar Jin Liqun, Pemimpin (interim) AIIB, dikutip The Straits Times.


Jepang dan AS ogah

Meski puluhan negara siap bergabung, Amerika dan Jepang sama sekali tidak tertarik dengan AIIB. Mereka justru menyangsikan sumber dana dari AIIB tersebut.

Menteri Keuangan Jepang, Taro Aso, mengaku negaranya masih mengambil pertimbangan untuk bergabung.

Jepang, kata Aso, masih meragukan kredibilitas AIIB dalam memberikan sumber pendanaan pinjaman. Bahkan, Aso mendesak negara-negara lain untuk berpikir dua kali sebelum bergabung di AIIB.

"Kami telah meminta untuk menjamin keberlanjutan utang, dengan mempertimbangkan dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat. Kami bisa (mempertimbangkan untuk bergabung) jika ada jaminan soal itu," kata dikutip Reuters.

Sebagai leader (pemegang saham utama), Tiongkok akan menanamkan sekitar US$50 miliar atau sekitar Rp603,25 triliun ke AIIB. Melihat dana tersebut, mestinya Jepang tidak perlu menggunakan alasan kekhawatiran akan likuiditas pendanaan AIIB.

Belum lagi, setoran dana dari negara-negara anggota AIIB lainnya. Cukup kecil kemungkinan AIIB kekeringan dana.


Meski begitu, toh Jepang tidak juga tertarik. Hal yang sama juga terjadi pada Korea Selatan. Negara yang secara geografis cukup berdekatan itu, terlihat enggan bersatu. 

Donald Kirk, jurnalis senior Forbes menyebut Korea mendapat tekanan dari Amerika Serikat (AS). "Korea Selatan seperti menelan pil pahit kalau bergabung dengan AIIB," tulis Kirk.

Maklum, Korea Selatan dan AS cukup erat berhubungan. Negeri Paman Sam mengklaim, AIIB bakal merusak otoritas International Monetary Fund (IMF), Asian Development Bank (ADB), dan organisasi keuangan lainnya.

AS juga menyebut AIIB bakal mengurangi fungsi kerja sama trans pasifik (Trans-Pacific Partnership/TPP) yang pernah dipromosikan Washington untuk memangkas hambatan perdagangan.


AIIB bukan saingan ADB

Para ahli keuangan yang ditanyai Reuters tidak heran kalau AS dan Jepang enggan bergabung dengan AIIB. Bank tersebut jelas-jelas akan menyaingi ADB, yang sumber pendanaannya berasal dari AS dan Jepang. 

"Institusi yang berbasis di Manila itu (ADB) didominasi oleh Jepang dan AS," kata analis yang tak ingin disebut namanya. Dana AS dan Jepang di ADB ada di kisaran US$164 miliar.

Presiden ADB, Takehiko Nakao, tidak secara gamblang menyambut AIIB akan menjadi rivalnya. "Saya mengerti, tapi saya tidak menerima itu," katanya, beberapa saat setelah AIIB dideklarasikan pada akhir Oktober 2014.

ADB didirikan pada 1966, menawarkan pinjaman dengan bunga rendah pada negara-negara berpendapatan menengah ke bawah.

Pada akhir 2013, pinjaman negara-negara ke ADB mencapai US$21,02 miliar atau lebih dari Rp253 triliun. Tiongkok memiliki 6,5 persen saham di ADB, sedangkan Jepang dan AS masing-masing 15,6 persen. 


Indonesia ingin tuan rumah

Meski Indonesia dalam "cengkeraman" ADB dan Bank Dunia, toh nyatanya Indonesia cukup berani mengambil sikap. Tak saja bersedia menjadi negara anggota pendiri, Indonesia menawarkan diri menjadi tuan rumah AIIB.

Di sela acara Credit Suisse Asian Investment Conference di Hong Kong, Senin 23 Maret 2015, Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro, mengungkapkan maksud tersebut.

Pernyataan menteri keuangan jelas cukup mencengangkan. Sebab, ADB dan Bank Dunia jelas punya kekuatan untuk menekan Indonesia.


Perlu diketahui, Indonesia punya utang cukup banyak ke institusi keuangan internasional. Ke ADB, misalnya. Sepanjang 2014, ADB mengucurkan pinjaman US$500 juta ke Indonesia. 

Ketika berkunjung ke Jakarta pada Januari lalu, Presiden ADB, Takehiko Nakao, mengatakan, tahun ini akan mengucurkan pinjaman hingga US$1,5 miliar atau sekitar Rp16 triliun pada Indonesia.

Meski begitu, Indonesia tetap pada pendiriannya untuk turut bergabung di AIIB. "Itu merupakan aspirasi kami, kantor pusat AIIB ada di Jakarta. Tetapi, untuk mewujudkannya, tentu saja kami harus bersaing dengan Beijing," ujar Bambang di Hong Kong yang dikutip Reuters.

Ekonom Universitas Indonesia, Lana Soelistianingsih agaknya menyesalkan dengan keputusan Indonesia. Menurut dia, Indonesia tidak perlu ikut-ikutan. Dia menyarankan agar RI meminjam secara bilateral. Atau bisa saja memanfaatkan lembaga pendanaan multilateral yang telah ada.

"Sudah, deh, pinjam secara bilateral. Tidak perlu buat yang lain-lain. Kan, sudah ada ADB, Bank Dunia, dan lain-lain," kata Lana.

Lana juga meragukan kesanggupan Tiongkok untuk menyediakan dana sangat besar guna menopang AIIB. "Pertanyaannya, bank itu bisa sustain nggak? Bisa berkelanjutan? Tiongkok mau tidak, menyetor dana terus," kata dia.


Momen lepaskan dolar

Senada dengan pemerintah, Bank Indonesia (BI) mengirim sinyal positif atas keputusan Indonesia bergabung dengan AIIB. BI cukup gembira bila ada institusi keuangan yang membawa investor masuk ke Indonesia. 

"Tentu kami senang kalau ada investor masuk membawa dana untuk mendukung perekonomian Indonesia," kata Direktur Departemen Komunikasi BI, Peter Jacob, ketika dihubungi VIVA.co.id.

Dengan adanya AIIB, diharapkan transaksi keuangan antarnegara bisa menggunakan mata uang lokal. Kondisi ini perlahan-lahan akan melepaskan rupiah dari kedigdayaan dolar AS. 

Yang bisa dilakukan BI, kata Peter, adalah mendorong agar transaksi Tiongkok-Indonesia tidak menggunakan dolar AS, tapi lebih menggunakan mata uang rupiah atau yuan. 

"Kalau BI, yang bisa kami dorong adalah bagaimana perdagangan Indonesia dengan Tiongkok menggunakan level currency untuk mengurangi tekanan (dolar AS) terhadap nilai tukar rupiah," kata dia. (art)

Sumber: viva.co.id

Read More

Tagihan BPJS Telat Dibayar, RS di Makassar Terancam Bangkrut

 Kisruh sistem layanan kesehatan BPJS mengancam operasional rumah sakit di daerah. Rumah Sakit Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar, Sulawesi Selatan, terancam gulung tikar akibat tagihan BPJS selama 2 bulan sebesar Rp35 miliar belum dibayar.

Sumber: viva.co.id
Read More

Mengenai Saya

Foto saya
facebook.com/iqbal.alhabsi - iqballsyaif@gmail.com
Designed ByBlogger Templates